Sebelum mulai membaca kelanjutan tulisan ini, ada baiknya teman-teman membaca tulisan ini yang alhamdulillah kebetulan saya yang mengucapkannya namun dipublikasikan oleh saudara Iyan Mulk Arafah Well, ada baiknya saya lanjutkan.
Mereka (adik-adik SM) berjuang dalam kehidupan yang kelam. Mereka mencoba peruntungan untuk mendapatkan sesuap nasi demi keberlangsungan hidup mereka. Mereka memiliki semangat tak henti mengahadapi kejamnya kehidupan jalanan. Mereka tidaklah hidup serba berkecukupan seperti kita. Mereka rela mengorbankan kebahagiaan masa kecil mereka. Akankah mereka merasakan kehidupan yang kita rasakan? Kita hanya bisa mengeluh kepada orang tua kita saat cobaan datang melanda. Kita tidak mau tahu bagaimana proses orang tua kita mendapatkan sesuap nasi. Kita tidak mau tahu kendala apa yang dirahasiakan orang tua kita demi kebahagian kita. Apa yang bisa kita beri untuk orang tua kita demi kebahagiaan mereka?
Ayah tidak pernah mengeluh dalam mencari sesuap nasi demi kita semua. Ayah rela mempertaruhkan nyawanya demi kebahagiaan kita. Ayah selalu mendo'akan kita. Ayah ada untuk kita.
Ibu selalu berdo'a untuk kita. Ibu selalu menyiapkan makan untuk kita. Ibu merawat kita hingga kita bisa seperti sekarang ini. Cucur keringat ibu tidak terhingga demi menjaga, membesarkan n membahagiakan kita.
Begitu banya pengorbanan orang tua kita selama ini. Akan kah pengorbanan itu tidak kita bayar dengan kepedulian terhadap sesama? Mereka akan bahagia jika mengetahui kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Mereka akan Bangga memiliki anak yang bisa berbagi dan bisa merasakan hiduporang lain. Akankah kita angkuh berjalan dibumi ini tanpa memperdulikan orang lain?
Saya teringat dengan perkataan seorang teman ketika saya mau bermain kelereng 2 minggu yang lalu "Suram masa kecilmu kah? Na mau ko main kelereng. Besar me ko itue" ucapnya. Apakah ucapan teman saya itu berlaku kepada adik-adik SM? Kalau memang berlaku kemana kita saat ini? Mana rasa kepedulian kita? Mana generasi penerus bangsa ini? Mana generasi yang katanya akan membuat bangsa dan Negara ini lebih sejahtera. Mana AGENT OF CHANGE dari Bangsa dan Negara ini? Apakah kita sebagai generasi penerus hanya bisa berteori tanpa mempraktekkannya?
Marilah kita jadikan outbond kemarin 4 November 2012 sebagai motivasi dalam menjalin persaudaraan sesama manusia. Mereka Saudara kita. Mereka Butuh kita. Kita Butuh Mereka. Saya banyak terinspirasi dengan kebahagiaan dan keceriaan dari raut wajah adik-adik SM. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Saya hanya bisa mengatakan THANK'S GOD FOR YOUR HELP
Siamo Tutti Fratelli adalah semboyan PMR yang berarti semua adalah saudara
Apakah kita merasa mereka saudara kita? Jawab dalam benak kalian dan buktikan jawaban itu. Ini tantangan buat kita semua. Life is Adventure
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar