Kesan outbond(4/11/12)
Akhirnya, nulis juga.
Menjadi bagian dari outbond merupakan pengalaman dan hal yang unik bagi hidup saya.
Kebetulan PJ acaranye ane, dibantu dengan sobat – sobat ku tercinta (tengkyu buat Rani and
Tiku) yang telah membantu memikirkan acara simple. Pusing mikirin acaranya sih kagak… tapi
saat dihadapkan dengan situasi “memilih” kegiatan kampus yang keputusannya hari kamis atau
outbond yang diadakan hari minggu, ini tantangannya (wkwkwkwk). Waduh, mulai pusing,
sudah janji sama SM mau dibatalkan gak enak, keputusan dosen yang ini tidak bisa diganggu
gugat, ahh, sudahlah terima saja, toh mikirnya ntar pas hari H.
Eh, dah hari H. Pagi itu kita semua berangkat ke lokasi outbond naik angkot berbanyak orang
(untung muat). Tiba disana saya sempat bingung, bagusnya games apa yang pertama, kedua,dst.
Soalnya liat sikonnya beda dari apa yang saya pikirkan. Saat pembukaan sempat jadi MC
dadakan (untung bukan dangdut dadakan, eh salah maksudnya mendadak dangdut), kasih
perintah yel-nya salah (haha, malu sendiri), dan lain – lain. Pasti banyak hal – hal aneh yang saya
perbuat saat itu namun saya tidak bisa menuliskannya satu persatu karena LUPA.
Melihat adik – adik yang ributnya minta ampun, kesana kemari tapi gak cari alamat (lho, kayak
lagu…), diminta ganti baju… eh ternyata bajunya buat dipake mandi di pantai, malah ada yang
dah megang handuk ma perlengkapan mandi (koplaak, nepok jidat) dan hal aneh sebagainya…
Ini membuat saya bertanya dalam hati, apakah saya akan didengarkan dengan keadaan seperti
ini? Apakah games kali ini berhasil? Bismilahirrahmanirrahim, lakukan saja. Alhamdulillah, berkat
bantuan teman – teman, kakak – kakak dan adik – adik remaja mesjid yang hadir saat itu tugas
saya menjadi lebih ringan. Mereka memainkan games dengan dengan raut wajah bahagia dan
senyuman yang terpancar membuat saya pribadi bahagia juga tentunya. Meskipun ada juga yang
mewek… tapi inti dari semua itu adalah semuanya having fun.
Meski hanya lebih dari dua jam bersama adik – adik (ceileeeh, brasa tua) tapi saat – saat itu
membuat diri saya lebih menjadi “sesuatu” dibanding hari – hari lain. “ Sesuatu” itu tidak dapat
diungkapkan dengan kata – kata.
Yoreobeun Kamsahamnida, yoreobeun taemunnae jeoneun neomu haengkhesseoyo do
gibbeunissoyo. Jeoneun seongwhoni, apeuro, geu-SM-ga neomu charesseoyo do yideura-neun
na barabogo charaiseumnida. SM-eun fighting.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar