Ahad yang indah. Bertemu dengan wajah-wajah asing namun tidak terasing di hati. Kemudian
ku memberikan tempat di dalam peta hidup. Bersama kalian. Tak ada yang berbeda, kami
semua sama. Sama2 tercipta atas izinnya dengan segala aturannya. Untuk yang pertama kalinya
meluangkan waktu bersama kalian.
Outbound.
Idealnya kelekatan kami akan jauh lebih baik, jika saja sebelumnya kita bertemu di TPA dulu
(ngajar kalian) ternyata aku salah. Rasanya itu tidak perlu, sebab senyum tulus yang diwajah
kalian sudah mewakili nya.
Lama tak merasakan jiwa dihujani, dan hari itulah kembali kalian menyiraminya. Tawa lepas
anak-anak. Aku suka itu. Ocehan kalian, tanya-tanya kalian, rebutan kalian, ribut-ribut kalian
aku sukaaaa. Aku banyak duduk sesekali melirik adik-adik ikhwan yang tampan dengan baju
kokoh nya. Akhwat yang anggun dengan mukenahnya. Masih kanak-kanak namun sudah dalam
lingkaran islami.
Banyak hal yang adik-adik berikan untukku hari itu. Hari itu aku sempat nguping pembicaraan
ustadzah klw adik-adik adalah anak yang maaf ‘kurang mampu’. Aku percaya. Dan percaya itu
kian memuncak saat pulang dan mengunjungi wilayah itu (TPA). Hati berdesir. Bersyukur atas
segala kecukupan hidup yang menghampiriku hingga saat ini. Jauh dari apa yang kalian alami
adik-adik. Berbeda. Tapi itu hanya fisik menurutku. Psikologis kupikir tidak, aku dan kalian
sama-sama bisa bahagia tanpa batas. Karena bahagia itu bebas. Tergantung dari mana mata
memandang.
Tetap jadi adik-adik yang menyenangkan. Semangka; semangat Karena Allah kata kelompok 2..
Semangat ngaji nya.. semangat Ikut belajar nya di hari ahad..
Terima kasih tak bertepi untuk teman2 dan kk2, untuk empatinya buat adik-adik dan saya
senang bisa menjadi partikel dalam bangunan SIKOLA MACCA.
semoga langkah-langkah kami tetap di ridhoi oleh-Nya..
Aaminn
astinah amirasyah`
ku memberikan tempat di dalam peta hidup. Bersama kalian. Tak ada yang berbeda, kami
semua sama. Sama2 tercipta atas izinnya dengan segala aturannya. Untuk yang pertama kalinya
meluangkan waktu bersama kalian.
Outbound.
Idealnya kelekatan kami akan jauh lebih baik, jika saja sebelumnya kita bertemu di TPA dulu
(ngajar kalian) ternyata aku salah. Rasanya itu tidak perlu, sebab senyum tulus yang diwajah
kalian sudah mewakili nya.
Lama tak merasakan jiwa dihujani, dan hari itulah kembali kalian menyiraminya. Tawa lepas
anak-anak. Aku suka itu. Ocehan kalian, tanya-tanya kalian, rebutan kalian, ribut-ribut kalian
aku sukaaaa. Aku banyak duduk sesekali melirik adik-adik ikhwan yang tampan dengan baju
kokoh nya. Akhwat yang anggun dengan mukenahnya. Masih kanak-kanak namun sudah dalam
lingkaran islami.
Banyak hal yang adik-adik berikan untukku hari itu. Hari itu aku sempat nguping pembicaraan
ustadzah klw adik-adik adalah anak yang maaf ‘kurang mampu’. Aku percaya. Dan percaya itu
kian memuncak saat pulang dan mengunjungi wilayah itu (TPA). Hati berdesir. Bersyukur atas
segala kecukupan hidup yang menghampiriku hingga saat ini. Jauh dari apa yang kalian alami
adik-adik. Berbeda. Tapi itu hanya fisik menurutku. Psikologis kupikir tidak, aku dan kalian
sama-sama bisa bahagia tanpa batas. Karena bahagia itu bebas. Tergantung dari mana mata
memandang.
Tetap jadi adik-adik yang menyenangkan. Semangka; semangat Karena Allah kata kelompok 2..
Semangat ngaji nya.. semangat Ikut belajar nya di hari ahad..
Terima kasih tak bertepi untuk teman2 dan kk2, untuk empatinya buat adik-adik dan saya
senang bisa menjadi partikel dalam bangunan SIKOLA MACCA.
semoga langkah-langkah kami tetap di ridhoi oleh-Nya..
Aaminn
astinah amirasyah`



0 komentar:
Posting Komentar